Erupsi Gunung Lewotobi Dari Waktu ke Waktu
Gunung Lewotobi terdiri dari dua puncak, yaitu Lewotobi Laki-Laki dengan ketinggian 1.584 meter dan Lewotobi Perempuan setinggi 1.703 meter. Gunung ini memiliki sejarah erupsi yang panjang. Tercatat, Lewotobi Perempuan mengalami letusan gas dan abu pada tahun 1921 dan 1932, serta erupsi pada tahun 1933, 1935, dan 1936. Pada tahun 1991, terjadi letusan di puncak kawah pada Mei dan Juni.
Erupsi terbaru pada November 2024 menyebabkan semburan abu setinggi 9 kilometer. Aktivitas vulkanik disertai lontaran material vulkanik seperti batu, lava, kerikil, dan abu panas hingga sejauh 8 kilometer. Erupsi ini menimbulkan kekhawatiran akan keselamatan penerbangan dan kesehatan masyarakat di sekitar wilayah terdampak.
Penanganan dan Pemulihan
Pemerintah dan otoritas terkait terus memantau aktivitas Gunung Lewotobi Laki-Laki dan melakukan koordinasi dengan maskapai penerbangan untuk memastikan keselamatan penerbangan. Bandara yang terdampak secara bertahap dibuka kembali setelah kondisi dinyatakan aman. Maskapai seperti Jetstar dan Qantas telah melanjutkan operasional penerbangan antara Australia dan Bali setelah situasi membaik.
Masyarakat diimbau untuk tetap waspada dan mengikuti arahan dari otoritas terkait mengenai aktivitas vulkanik dan dampaknya terhadap transportasi udara. Kerja sama antara pemerintah, otoritas penerbangan, dan masyarakat sangat penting dalam menghadapi situasi ini demi keselamatan bersama.