Penanganan Kebakaran Pasar Ubud
Dalam upaya pemadaman, sebanyak 21 unit mobil pemadam kebakaran dikerahkan dari Kabupaten Gianyar. Kapolres Gianyar, AKBP Umar, langsung turun ke lapangan untuk memimpin operasi pemadaman bersama aparat TNI dan Polri. “Kami harus bertindak cepat mengingat potensi api untuk menyebar ke bagian lain dari pasar yang sangat padat ini,” kata AKBP Umar. Selain mobil pemadam dari Gianyar, bantuan tambahan juga datang dari berbagai daerah, termasuk Kabupaten Klungkung, Bangli, Denpasar, dan Badung.
Menurut laporan petugas, penanganan api memerlukan waktu yang cukup lama mengingat struktur bangunan pasar yang kompleks dan barang-barang mudah terbakar di dalam kios. Api yang menjalar dengan cepat membuat petugas harus bekerja ekstra keras untuk menghindari kerusakan lebih parah.
Sejarah dan Pentingnya Pasar Seni Ubud
Pasar Seni Ubud menawarakan hal lebih selain tempat berbelanja. Pasar ini juga menjadi ikon budaya dan pariwisata di Bali. Dikenal sebagai tempat yang menawarkan berbagai kerajinan tangan lokal, pasar ini sering menjadi tujuan utama bagi wisatawan yang ingin mencari oleh-oleh khas Bali.
Sejak direnovasi dan dibuka kembali pada 2023, pasar ini telah menarik perhatian banyak turis, dengan fasilitas yang lebih modern namun tetap mempertahankan nuansa tradisional Bali.
Sayangnya, kebakaran kali ini bukanlah yang pertama kali terjadi di Pasar Seni Ubud. Pada 24 Maret 2016, pasar ini pernah mengalami kebakaran hebat yang menghanguskan 134 kios. Peristiwa itu menjadi salah satu kebakaran besar yang pernah terjadi di Bali.
Hal tersebut tentu meninggalkan trauma bagi banyak pedagang yang kehilangan sumber mata pencahariannya. Kebakaran terbaru ini kembali menimbulkan kekhawatiran serupa, terutama mengingat pentingnya pasar ini bagi perekonomian lokal.
Baca juga: Informasi Detail Kelebihan dan Kekurangan Motor Listrik