March 5, 2026

Search
Close this search box.
pelebon tjokorda Bagus Santaka

Pelebon Tjokorda Bagus Santaka Puri Agung Ubud

Minggu pagi, 14 April 2024, Puri Agung Ubud diwarnai dengan suasana haru dan khidmat. Ribuan masyarakat, baik dari Ubud maupun wisatawan, memadati kawasan puri untuk prosesi upacara pelebon Tjokorda Bagus Santaka, putra Raja Ubud almarhum Tjokorda Bagus Oka dalam presesi pelebon.

Upacara pelebon ini menjadi puncak rangkaian prosesi ngaben yang telah berlangsung selama 42 hari sejak kepergian beliau pada 1 Februari 2024.

Bade Tumpang Sembilan Menjulang Tinggi

Upacara diawali dengan mengarak bade tumpang sembilan setinggi sekitar 25 meter yang terbuat dari bambu dan kayu kelapa. Bade ini menjadi wadah untuk mengusung jenazah Tjokorda Bagus Santaka dan melambangkan perjalanan beliau menuju surga. Diiringi alunan gamelan Bali yang merdu, bade diarak dengan penuh penghormatan menuju Setra Dalem Puri, tempat peristirahatan terakhir beliau.

Baca Juga: Artis Reza Rahardian Turut Hadir dalam Pelebon Tjokorda Bagus Santaka

Prosesi Pelebon Tjokorda Bagus Santaka

Sesampainya di Setra Dalem Puri, bade ditempatkan di atas punden, sebuah sarana khusus untuk ritual pembakaran. Upacara pelebon kemudian dipimpin oleh pendeta diiringi oleh suara gamelan Bali. Api suci dinyalakan, menandakan dimulainya proses kremasi jenazah Tjokorda Bagus Santaka.

Upacara pelebon ini bukan sekadar ritual kremasi biasa, tetapi merupakan ungkapan penghormatan terakhir kepada mendiang Tjokorda Bagus Santaka. Beliau semasa hidupnya dikenal sebagai sosok yang ramah, bijaksana, dan selalu melestarikan budaya Bali. Kepergiannya meninggalkan duka mendalam bagi banyak orang.

Ribuan orang dari berbagai daerah di Bali dan wisatawan mancanegara turut menyaksikan prosesi pelebon ini. Mereka terpesona dengan kemegahan ritual dan kekayaan budaya Bali yang terpancar dalam setiap prosesi. Upacara ini menjadi daya tarik wisata budaya yang unik dan menarik bagi wisatawan.

Upacara pelebon ini merupakan salah satu bentuk tradisi budaya Bali yang masih dilestarikan hingga saat ini. Prosesi ini tidak hanya bermakna spiritual bagi keluarga Tjokorda Bagus Santaka, tetapi juga menjadi warisan budaya yang berharga bagi masyarakat Bali dan Indonesia.

Berita Terbaru
Bali Today
Berita Lainnya